Tri dan Putri Impian

Tri adalah seorang anak berumur 8 tahun yang senang bermain. Walaupun berbadan gemuk, namun dia disukai oleh teman-temannya karena kelucuannya. Suatu saat komplek tempat rumah tinggalnya mengadakan kontes  putri impian. Kontes ini diikuti oleh semua anak-anak yang tinggal di perumahan tersebut. “Semua anak-anak boleh berdandan menyerupai putri impiannya”, ujar ketua panitia.

Semua anak-anak pun menyambut dengan antusias. Mereka meminta bantuan ibu mereka untuk mendandani menyerupai putri idolanya. Ada Eka yang berdandan mirip dengan Cinderella, Dwi berdandan menyerupai Putri Tidur, Wiwin berdandan mirip dengan Putri Salju. Tri ingin ikut dalam lomba ini tapi dia malu dengan postur tubuhnya. Tri pun larut dalam kesedihan. Ibu Tri melihat hal ini, lalu dia menghampiri Tri “kamu kenapa sayang?”kata Ibu dengan lembut. Tri pun mengutarakan keinginannya untuk ikut kontes Putri Impian. Setelah mendengar penjelasan Tri, Ibunya pun dengan sabar berkata,”tidak ada yang salah dengan kamu Tri, ikutlah lomba itu nanti Ibu Bantu”.

Hari perlombaan pun tiba. Semua anak-anak yang ada berdandan bak seorang putri. Lalu tiba-tiba datang Tri menuju panggung. Dia mengenakan kostum seorang balerina. Para penonton yang melihatnya tertawa geli karena kostum yang sangat ketat dipakai oleh Tri yang berbadan gemuk. Namun Tri tetap cuek, ketika unjuk diri Tri menari-nari menirukan gaya seorang penari balet. Penonton yang awalnya tertawa kemudian bertepuk tangan menyemangati.

Di akhir lomba, tibalah saat juri mengumumkan pemenang. Eka yang memakai kostum Cinderella menjadi juaranya. Kemudian, ada pengumuman lain dari juri, “pemenang favorit dimenangkan oleh Tri”, yang disambut oleh penonton dengan meriah. Tri sangat senang atas penghargaan ini. Piala yang diperoleh langsung diberinya kepada Ibu, “terimakasih Ibu, berkat Ibu Tri menang” kata Tri terharu. Ibu pun menjawab, “walaupun kamu tidak menang, kamu tetap Putri Impian Ibu”. Hari itu Tri sangat bahagia menjadi putri impian.