Safety Management System Training Course on Sriwijaya Air

Sriwijaya Air bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Udara dalam hal ini Dinas Sertifikasi Kelayakan Udara (DSKU), menyelenggarakan program Safety Management System (SMS) Training Course. Program ini diikuti seluruh unsur yang ada di struktural organisasi Sriwijaya Air mulai dari manajemen level atas hingga level bawah.

Menurut koordinator acara, M.Dalimunte, program SMS ini menjadi kebutuhan seluruh airliner di Indonesia. Hal inilah yang memprakarsai Sriwijaya Air untuk menyelenggarakan program ini. Acara ini diselenggarakan tiga minggu yang terbagi atas tiga kelas dimana selama satu minggu diperuntukkan untuk satu kelas.

“Saya menyambut baik program ini, karena selain menambah wawasan mengenai dunia penerbangan, kita juga tahu apa pengaruhnya jika kita mengabaikan budaya safety”, ujar salah satu perseta, Gabriella yang menjabat CFO Sriwijaya Air.

Materi training SMS ini terdiri dari Basic Safety Concept, Safety Management, Hazards, Risk, SMS Regulations, SMS Planning, SMS Operation, dan Phrased Approach to SMS Implementation.

“Program ini pada dasarnya ingin mengenalkan budaya keselamatan kepada seluruh manajemen airline agar kecelakaan penerbangan dapat direduksi”, demikian pernyataan salah satu instruktur yang memberikan materi training SMS, Capt. Adhy Gunawan, ST yang menjabat sebagai Deputy Director For Aircraft Operation di Departemen Perhubungan.

Lebih lanjut beliau menjelaskan pentingnya program ini untuk dipahami para operator penerbangan sehingga muncul budaya positif yakni budaya mau belajar dan menerima perubahan. “Walaupun untuk mencapai Zero Accident adalah hal yang mustahil, namun langkah preventif tetap harus dilakukan baik oleh regulator maupun operator”, terang Capt. Adhy lagi.

Selain itu, Capt. Adhy menyambut baik inisiatif Sriwijaya Air untuk mengadakan SMS Training Course secara mandiri, “Sriwijaya Air merupakan airliner pertama dan semoga diikuti oleh airliner lainnya”. Hal ini menunjukkan keseriusan Sriwijaya Air dalam memperhatikan masalah keselamatan penerbangan.

Di akhir program akan ada examination dan review. Selain itu setiap peserta  mendapatkan sertifikat Safety Management System dari Dinas Perhubungan Udara. Berbekal sertifikat inilah diharapkan para peserta training akan memahami pentingnya berbudaya keselamatan baik untuk organisasi maupun untuk penumpang.