Rudi dan bola kesayangannya

Rudi senang sekali bermain bola. Biasanya dia bermain bersama teman-teman di lapangan dekat rumahnya. Walaupun bertubuh gendut teman-temannya tetap mengajaknya bermain. Rudi sering jadi pemain belakang. Kalau ada bola yang datang dia menendangnya jauh-jauh. Gawang pun aman dari incaran lawan.

Suatu saat Rudi dan Ayahnya pergi ke pusat perbelanjaan. Kebetulan sedang ada demam Piala Eropa. Rudi kagum sekali melihat banyak atribut negara-negara seperti Italia, Spanyol, Prancis, dan masih banyak lagi.

Tiba di depan suatu toko olahraga ada poster besar pemain Portugal Cristiano Ronaldo. Dia terkagum-kagum melihatnya. Tak berapa lama dia disadarkan Ayahnya. Ayah pun mengajak masuk untuk melihat-lihat isi toko itu.

Tampak berjejeran dengan rapi sepatu-sepatu , baju-baju olahraga, dan juga kaos-kaos tim peserta Piala Eropa. Namun mata Rudi hanya tertuju pada satu hal. Dia melihat bola yang khusus didesain untuk Piala Eropa. Bola itu sangat bagus bentuknya. Warna dasarnya putih namun ada bulatan hitamnya dengan strip merah. Andai saja dia bisa memiliki bola itu untuk dimainkan bersama teman-temannya.

Sedari tadi melihat bola itu, Rudi tidak sadar diperhatikan Ayahnya. Ayah Rudi pun menanyakan pada kasir toko untuk membelinya. Kasir toko menjawab kalau untuk dimainkan Rudi bisa membeli bola edisi anak-anak. Bola itu ukurannya lebih kecil namun desainnya sama.

Dengan segera Ayah menghampiri Rudi, Ayah pun bertanya, “Rudi mau beli bola yang ini?”, sambil menunjukkan bola edisi anak-anak. Hmm, ukurannya memang lebih kecil tapi bentuknya sama Rudi pun dengan girang menjawab, “tentu Rudi mau Ayah”. Ayah pun segera membeli satu bola untuk Rudi.

Rudi sangat senang dengan bola baru yang dibelikan ayah. Rudi selalu memegangnya erat-erat. Rudi sangat sayang dengan bola itu sampai teman-temannya tidak sabar mengajak bermain. Rudi mengajukan satu syarat, dia mau jadi penyerang. Teman-teman rudi pun mengiyakan permintaan Rudi. Mereka pun dengan ria bermain bersama dengan bola kesayangan Rudi. Dia mencetak gol, betapa senangnya Rudi hari itu.