Nita ingin puasa sehari penuh

Nita demikian namanya. Saat ini Nita masih duduk di kelas 3 SD. Memasuki bulan Ramadhan, Nita ingin berpuasa seperti yang dilakukan kakak dan kedua orangtuanya. Mama bertanya,”Nita puasa setengah hari ya?,”.

Nita menggelengkan kepala, “tidak ma,”. Dengan mata berbinar-binar kemudian dia berkata, “Nita ingin puasa sehari kayak kakak sama mama papa juga”. Mendengar jawaban itu, Mama Nita hanya tersenyum.

Tibalah hari pertama berpuasa di bulan Ramadhan. Nita sangat bersemangat, ia ingin puasa kali ini bisa sehari penuh. Pukul 3 Pagi Nita dan kakaknya sudah ada di meja makan. Saat itu Mama memasak dendeng balado dan sayur sop kesukaannya. Setelah Papa datang, mereka pun sahur bersama.

“Nita jangan lupa niat puasanya” kata Papa. Nita pun membaca niat berpuasa dengan sungguh-sunguh. “Papa, Nita ingin puasa sehari penuh”, kembali mengutarakan keinginannya. Setelah sholat subuh, jam 7 pagi Nita berangkat ke sekolah.

Cuaca saat itu terasa panas, sinar matahari pun sangat terik. Nita yang sedang belajar di kelas merasakan hal itu. Duh, rasanya ingin cepat-cepat berbuka. Waktu masih menunjukkan pukul 10 pagi. Rasa haus Nita tak tertahan lagi. Namun Nita bertahan.

Waktu pulang sekolah pun tiba, Mama yang menunggu pun menjemput Nita. “Nita masih kuatkah puasanya?”, tanya Mama. Nita pun menjawab masih dengan keteguhan hati walaupun muka terlihat pucat.

Sepulang sekolah, Nita langsung merebahkan dirinya di ranjang hingga tertidur. Dinginnya AC kamar pun seolah meninabobokkan Nita hingga sore menjelang. Mama Nita diam-diam ingin memberikan kejutan atas perjuangan Nita untuk berpuasa sehari penuh.

Waktu berbuka pun tiba. Nita tampak masih terbaring di tempat tidur. Papa Nita yang baru tiba dari kantor pun membangunkannya. “Nita, udah buka sayank, hari ini kamu puasa sehari penuh ya, Papa bangga sama Nita”, sambil mengusap rambut Nita. Nita pun senang, niatnya puasa sehari penuh terkabul.

Segera Nita bergegas ke meja makan. Minum adalah hal pertama yang ingin dilakukannya. Biasanya Mama membuat teh manis dan pisang goreng untuk berbuka. Namun, ada sesuatu yang berbeda terlihat di meja makan. Mangkuk besar berwarna putih dan menggugah selera.

Benar saja begitu melihat mangkuk besar itu, Nita sumringah. Ternyata Mama membuat kolak tape kesukaan Nita. “Kolak tape hadiah buat Nita yang puasa sehari penuh” senyum Mama. Hari pertama puasa sehari penuh memang berbuah manis bagi Nita. Dan dia ingin untuk melakukannya lagi keesokan hari sambil menikmati segelas kolak tape bersama keluarga tercintanya.