Mengatasi trauma terbang

Mengatasi trauma terbang atau aerophobia ketika memasuki pesawat tentu hal yang lumrah dialami para penumpang termasuk Anda. Ada penumpang yang mudah mengatasinya, ada juga yang sulit karena hambatan psikologis. Trauma takut terbang sebenarnya merupakan hal yang wajar. Menurut sebuah penelitian, sekitar 35% kru penerbangan dan juga penumpang pernah mengalami aerophobia ini.

Untuk meminimalisasi trauma terbang ini kuncinya adalah belajar mengenali dan mengendalikannya. Berikut beberapa tips ringan yang mungkin dapat membantu Anda mengurangi perasaan takut akan terbang.

  • Persiapan yang baik

Segala hal yang berhubungan dengan keperluan cek-in di bandara harus disiapkan sedini mungkin seperti tiket, dompet, dan beberapa barang yang anda anggap vital. Letakkan di tempat yang mudah diingat sehingga anda tidak panik sesampainya di bandara.

  • Memilih tempat duduk

Jika memungkinkan, pilihlah kursi yang ada di depan karena turbulensi biasanya lebih besar di bagian belakang pesawat. Jika pun Anda duduk di belakang, jika terjadi turbulensi anggap saja seperti goncangan ketika naik mobil. Ikuti gerakannya dan jangan melawannya.

  • Waspada makanan dan minuman

Hindari makanan/snack yang mengandung banyak gula dan minuman yang mengandung banyak kafein karena justru meningkatkan ketegangan Anda. Minuman mineral justru berguna.

  • Alihkan perhatian

Kadang mendengarkan musik dapat membantu mengalihkan perhatian akan ketakutan ini. Bisa juga mengajak berbincang penumpang di sebelah Anda, atau membaca in-flight magazine yang biasanya tersedia di dalam pesawat.

Sebenarnya, Anda tak perlu khawatir terjadinya turbulensi dalam pesawat. Saat ini semua pesawat telah melalui rancang desain yang dapat mengatasi tekanan atau turbulensi yang besar sekalipun meskipun benar bahwa badai dapat merusak badan pesawat.  Inilah sebabnya, maskapai memilih menunda atau membatalkan penerbangan dalam keadaan cuaca buruk.