FO Lucas Kelwulan

Semua Orang Mampu Menjadi Pilot

Menjadi pilot bagi sebagian besar orang tentu hanya menjadi sebuah impian atau cita-cita. Banyak kendala yang mungkin dihadapi dalam mewujudkannya. Tetapi tidak dengan Lucas Kelwulan. Co-pilot Sriwijaya Air ini meyakini bahwa semua orang mampu menjadi pilot jika ada kemauan keras untuk mewujudkannya. “Tidak ada yang beda dengan asal daerah atau status sosial, kalau kita mau tentu kita bisa mewujudkannya,” ujar pria kelahiran Biak, 7 Maret 1983 ini.

Lucas lahir dan besar di lingkungan dirgantara. Bapaknya dahulu bertugas di lingkungan pangkalan udara TNI-AU di Biak, Papua. “Setiap hari saya selalu melihat pesawat-pesawat melintas dan sejak itu memiliki keinginan untuk menjadi pilot,” katanya mengisahkan. Ia sendiri pernah menaiki pesawat bepergian dari Biak menuju Jayapura hingga Wamena kemudian kembali lagi.  Menginjak dewasa, keinginannya ini disampaikan kepada orang tua. Melihat kemauan yang begitu keras, akhirnya Lucas pun diijinkan oleh orangtuanya untuk menempuh pendidikan pilot di Deraya Flying School dan lulus pada tahun 2005.

Ia pun tak menyesali pilihan karirnya sebagai pilot. Sriwijaya Air sebagai perusahaan tempatnya bertugas juga memberikan kesempatan yang sama kepada semua pilot. Menurutnya, asal semua sesuai standar yang diterapkan oleh perusahaan, maka semua pilot mendapatkan kesempatan yang sama. Apalagi ia bertemu dengan istrinya juga di Sriwijaya Air. Hatinya tertambat pada pramugari bernama Mayangsari. “Waktu itu saya satu penerbangan dengannya menuju Palembang. Tak berapa lama pun kita merasa cocok dan memutuskan untuk menikah,” ujarnya. Saat ini mereka telah dikaruniai seorang anak bernama Lucas Junior Kelwulan yang sudah menginjak usia 8 bulan.

Jika saatnya day-off, Lucas Kelwulan banyak menghabiskan waktunya bersama keluarga, istri dan anak tercinta. “Kadang kita juga jalan-jalan ke mal. Tujuan awalnya sih cuci mata, tapi ada saja barang yang kami beli,” tuturnya sembari tertawa.  Di akhir pembicaraan, ia berpesan kepada semua putra-putra bangsa agar tidak memiliki rasa minder untuk bersaing di semua bidang profesi. Karena jika ada kemauan, usaha yang keras, dan dengan perlindungan Tuhan, maka apapun pilihan karir kita akan tercapai.