Coky Sitohang

MC adalah Jiwaku

Pekerjaan berbicara di depan khalayak bagi sebagian orang adalah pekerjaan yang berat. Baik karena ketidaksiapan maupun ketidak-pede-an. Namun bagi Coky Sitohang pekerjaan MC (Master of Ceremony) atau pembawa acara adalah pekerjaan paling menarik dalam sejarah riwayat hidupnya. “MC itu adalah jiwaku”, katanya ketika ditemui setelah menjadi salah satu pembawa acara Putri Pariwisata Indonesia 2008.

Karir Coky dimulai ketika dia menjadi salah satu penyiar radio di kota kembang Bandung, “di situ aku siaran malam hari dan juga siaran week-end”. Selain itu juga dia sering menjadi MC pada acara off-air ataupun acara kampusnya. Pria yang sempat tercatat sebagai mahasiswa fakultas hukum di salah satu universitas kota Bandung ini kemudian terbang ke Jakarta melanjutkan karirnya.

Di Jakarta pria batak ini menjadi salah satu reporter salah satu stasiun televisi swasta. Selama beberapa bulan menjalani profesi ini ada yang mengganjal di hatinya, “Aku seperti tidak dapet “feel”nya”. Coky pun banting setir menekuni profesi yang disukainya yakni memandu acara. “Dari awal aku berkarir di dunia entertainment, profesi MC memang sudah menjadi cita-cita”, jelasnya.

Perihal terbang pertama, penggemar tim nasional Italia ini agak lupa untuk mengingatnya, “yang aku ingat sih kayaknya terbang pertama kali itu waktu SMP”. Lebih lanjut dia bercerita setelah itu lama tidak menggunakan jasa penerbangan. “Aku terbang lagi ya ketika jadi reporter televisi ke Kalimantan Timur untuk liputan”, gelaknya.

Menurutnya, maskapai penerbangan yang mengutamakan pelayanan yang baik akan menjadi kredit point tersendiri. “Aku inget banget waktu naik Sriwijaya Air dikasih permen dan snack, bagi aku itu merupakan nilai plus walaupun tidak seberapa”, terangnya. Hal itu pula yang dapat menjadi brandimage bagi Sriwijaya Air.

Selain itu pria ganteng in menambahkan faktor ketika landing juga menjadi pertimbangan memilih maskapai penerbangan yang dia gunakan, “Yang aku tahu selama ini kalo pesawat Sriwijaya Air selalu smooth kalo landing”. Di akhir pembicaraan, Coky berharap agar Sriwijaya Air terus menjaga performa baiknya sebagai maskapai penerbangan di Indonesia.