Capt. Bill T.Hamimyar

Berawal dari harapan orang tua

capt.bill

Awalnya, Bill T. Hamimyar tak mengira jalan hidupnya akan bergelut di dunia penerbangan. “Orangtua saya pelaut yang suka berlayar keliling dunia, saya pun lebih menyukai otak-atik mesin,” ujar pria kelahiran Bandung, 4 September ini. Namun setelah berpikir panjang, Capt. Bill memutuskan untuk menjadi pilot. Ia pun lulus dari Flight Safety Academy, Florida, Amerika Serikat pada 1981.

“Dari kecil saya sudah sering diajak orang tua traveling, mungkin ini juga yang memotivasi saya untuk menjadi pilot,” kata Capt. Bill lagi. Apalagi, menurut penuturan orangtuanya, dahulu ayahnya bercita-cita ingin menjadi pilot. Ternyata impian sang Ayah dapat diwujudkan olehnya. Selain itu, suami dari Rani Rafini ini mengaku lebih suka tidak bekerja di balik meja.

Banyak pengalaman menarik dan berkesan selama capt. Bill menjalani profesi penerbang ini. “Bisa menambah pergaulan dengan penumpang. Jika memang tidak menggangu saya mempersilahkan penumpang yang penasaran melihat kokpit,” katanya, tersenyum.

Selama berkarier di Sriwijaya Air, ayah tiga anak ini merasakan suasana yang menyenangkan dan penuh kekeluargaan. Sebagai pemimpin di dalam pesawat, ia selalu menanamkan kepada awak lainnya untuk saling mengisi dan mengingatkan. “Karena manusia tidak luput dari kesalahan. Prinsip satu tim juga harus dipegang teguh,” ujarnya, menjelaskan.

Di waktu luangnya, pria bersahaja ini masih menggeluti hobi utak-atik mesin. “Sekarang lagi coba restorasi mobil Land Rover tahun 1975, terakhir baru saya cat ulang,” ujarnya bersemangat. Selain itu, Capt. Bill senang berkumpul bersama keluarga di rumah atau bermain boling bersama. “Walaupun terbatas, waktu bersama keluarga harus dimanfaatkan sebaik mungkin,” ucapnya. Lalu, apakah ada anak-anak yang akan mengikuti jejak sang Ayah bergelut di dunia penerbangan? “Saya serahkan pilihan itu kepada mereka masing-masing,” ujarnya, menutup pembicaraan.