Solo

Menemukan kembali spirit jawa

Kota Solo kini semakin berbenah dan mempercantik diri. Kebudayaan tradisional yang mengakar kuat seperti tak lekang oleh waktu berpadu apik dengan kemajuan jaman. Itulah mengapa Solo menasbihkan diri sebagai kota dengan semangat jawa atau The Spirit of Java.

Paska menjadi tuan rumah World Heritage Cities pada oktober silam, Solo melakukan berbagai pembenahan. Yang terbaru, salah satu kota eks keresidenan Surakarta ini melakukan peresmian terminal Bandar udara Adi Sumarmo yang baru. Desain interior khas Jawa menghiasi sudut-sudut bandara yang diresmikan oleh presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 7 Maret 2009 silam. “Bandara ini memang lebih nyaman dibandingkan lokasi sebelumnya,” ujar Caesar, Supervisor Sriwijaya Air di bandara Adi Sumarmo. Bandara memang menjadi salah satu cerminan kota karena menjadi pintu gerbang pertama kedatangan penumpang jasa transportasi udara.

Pemerintah kota Solo juga tak ketinggalan mempercantik jalanan kota. Salah satu jalan yang terkenal adalah jalan Slamet Riyadi. Jalan ini merupakan jalan terpanjang di Solo dan merupakan tulang punggung penghubung menuju jalan-jalan lainnya. Berdampingan dengan jalan ini terdapat citywalk bagi para pejalan kaki yang ingin menikmati hangatnya keramahan kota. Jika Anda beruntung, setiap jam 9 pagi dan 4 sore, akan ada kereta api yang melewati jalan ini. Kereta yang terdiri dari satu lokomotif dan satu gerbong ini berangkat dari Wonogiri menuju Solo.

Modernitas juga terasa dari penyediaan sarana hotspot internet oleh pemerintah kota. Beberapa lokasi strategis seperti komplek balaikota, taman air tirtonadi, taman satwa taru jurug, taman balekembang dan kawasan ngarspuran mangkunegaran siap memanjakan para wisatawan yang ingin langsung mengupload foto-foto kenangan di kota Solo atau sekedar nge-blog.

Bicara Solo tentu tak lepas juga bicara tentang keraton Kasunanan Hadiningrat yang didirikan oleh Sunan Pakubuwono II pada tahun 1744. Yang selalu menjadi pembicaraan hangat keraton ini adalah keberadaan menara pengawas. Konon, menara ini pernah dijadikan tempat bertemunya raja dan ratu laut kidul. Menurut KGPH Poeger selaku Pangageng Pariwisata dan Museum, keraton Kasunanan akan melakukan berbagai terobosan baru untuk lebih menarik kunjungan wisatawan asing. “Dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang ada di Solo, saya berencana untuk melakukan pementasan yang rutin digelar,” ujarnya yang masih merupakan adik raja ini. Rencana ini tentu mendapat sambutan hangat dari pemerintah kota Solo karena akan lebih menggiatkan kegiatan pariwisata yang ujung-ujungnya menjadi pemberdayaan ekonomi.

Kegiatan budaya yang masih diselenggarakan oleh keraton sampai saat ini adalah upacara Garebeg, upacara Sekaten, dan upacara Malam Satu Suro. Selain itu juga ada tarian sakral yang hanya dipentaskan pada saat pemahkotaan raja yakni tari Bedaya Ketawang. Jika Anda melewati alun-alun selatan, maka Anda akan melihat kerbau-kerbau yang masih dipelihara turun temurun oleh keraton. Kerbau-kerbau ini lazim disebut sebagai kerbau albino atau kerbau bule yang juga disebut dengan Kyai Slamet.

Kota Solo juga dikenal sebagai kota batik. Sudah sejak lama batik Solo berkembang dan menjadi sumber penghidupan masyarakat kota Solo. Desainnya yang lebih luwes dan dinamis menjadi keunggulan batik kota Solo. Jika Anda tertarik, Anda dapat mengunjungi kampung batik Kauman dan kampung batik Laweyan. Disana, Anda dapat melihat proses pembuatan batik secara langsung, baik batik tulis maupun batik cap. Perbedaan mencolok dari kedua lokasi kampung batik ini dapat dilihat dari desainnya. Kampung Batik Kauman memiliki ciri desain khas keraton Kasunanan. Tak heran, karena kampung batik Kauman berlokasi tak jauh dari Keraton dan penduduknya juga masih keturunan abdi dalem keraton.

“Dahulu, kampung Batik Kauman menjadi pemasok pakaian maupun aksesoris yang digunakan oleh keraton,” ujar Gunawan Setiawan salah satu pemilik toko batik di kampung ini. Saat ini kampung batik Kauman juga menawarkan paket wisata berupa pengenalan batik sampai belajar membatik menggunakan canting. Museum Rekor Indonesia (MURI) pernah mencatat kampung ini dalam buku rekornya karena mengadakan acara seribu anak membatik. Masih banyak lokasi-lokasi berjualan batik di kota Solo, patut Anda catat untuk mengunjungi showroom Danar Hadi di jalan Slamet Riyadi yang di dalamnya terdapat musem ndalem Wuryaningratan.

Keragaman kuliner khas Jawa juga banyak ditemui di kota Solo sepanjang waktu alias 24 jam. Tak jauh dari lokasi Bandara yakni di kawasan Kartasura terdapat kawasan rumah makan yang menjual bebek goreng. Ada satu tempat yang terkenal yakni bebek Pak Slamet yang menjajakan bebek dengan sambal koreknya yang khas. Di kota Solo sendiri banyak terdapat kuliner khas yang dijamin akan menggoda selera Anda. Beberapa kuliner yang khas diantaranya adalah nasi liwet wongso lemu, soto triwindu, timlo sastro, pecel ndeso, tengkleng pasar klewer, dan gudeg ceker. Ada yang istimewa dari kuliner gudeg ceker karena baru buka jam 2 pagi namun selalu ramai dibeli dari segala kalangan.

Atas inisiatif pemerintah kota, lokasi-lokasi kuliner yang tersebar di berbagai penjuru mulai dikonsentrasikan di satu tempat. Ada Galabo (Galadak Langan Bogan) dan yang terbaru adalah Night Market tak jauh dari pasar Triwindu. Dua destinasi kuliner baru ini selalu ramai di setiap malam minggu oleh keluarga maupun muda-mudi Solo. Jangan heran, Anda tidak akan mendapatkan tempat setelah jam 8 malam. Namun, jangan khawatir, Anda dapat mencicipi berbagai kuliner khas tersebut dengan ber-lesehan ria.

Ingin membeli oleh-oleh khas Solo? Coba datang ke pasar Triwindu. Pasar yang sedang mengalami renovasi ini menyediakan barang-barang antik yang sudah jarang ditemui. Anda juga dapat membeli oleh-oleh makanan yang termasyhur sejak dahulu kala seperti kue lapis Orion yang legit dan Serabi Notosuman Handayani yang dijamin menggoyang lidah Anda.

Jangan lupa untuk mencatat Solo dalam daftar kunjungan wisata Anda. Jangan khawatir akan akomodasi karena Solo banyak memiliki hotel berbintang yang tersebar mulai dari dekat bandara hingga di tengah kota. Juga terdapat beberapa Guest House yang menyatu dengan pemukiman penduduk. Beberapa travel agent di Solo juga ada yang menawarkan paket wisata seperti yang dimiliki oleh Suseno Hadi Parwono yang mengadakan Bursa Pentas Seni Tradisional setiap tanggal 15 kalender Jawa antara bulan April-Agustus. Perpaduan antara budaya tradisional yang kental ditambah kuliner khas yang lezat tentu akan menjadi sebuah memori yang tak terlupakan.