Priscillia Suntoso, BMus MBA JD

Saya Cinta Negeri Ini

Memiliki karir yang mapan di negeri Paman Sam tak membuat kecintaannya akan tanah air Indonesia luntur. Ibarat pepatah, “Lebih Baik Hujan Batu di Negeri Sendiri daripada Hujan Emas di Negeri Orang”. Kecintaannya pada pertiwi inilah yang membuat Priscillia Suntoso kembali ke Indonesia. “Saya cinta negeri ini,” ujar Lia, demikian panggilan akrabnya.

Menyelesaikan pendidikan di sekolah musik Berklee College of Music di Boston, lalu melanjutkan ke sekolah hukum dan mendapat gelar Juris Doctor (JD) menjadikan dara kelahiran Jakarta ini satu-satunya warga negara Indonesia (WNI) yang boleh berperkara di Mahkamah Agung Amerika Serikat. “Ketika itu saya pernah berkeliling ke seluruh penjuru Amerika untuk memberikan bantuan hukum untuk sesama WNI tanpa biaya sepeser pun,” ujar penyuka traveling ini, bercerita.

Lia aktif menulis untuk berbagai media, baik nasional maupun internasional. Hasil karyanya banyak bercerita tentang kritik dan ide-idenya terhadap Indonesia. “Saya ingin Indonesia maju dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia,” kata Lia yang pernah menghadiri inaugurasi presideng George W Bush ini. Tekad inilah yang kemudian membawanya kembali ke Indonesia untuk memperjuangkan hal tersebut.

Awalnya, istri dari musisi James F.Sundah ini ikut membantu dengan keahliannya di bidang hukum internasional pada Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI) untuk hubungan luar negeri. Lia pun terus berjuang dengan menjadi calon legislatif nomor urut 3 DPR-RI untuk provinsi kepulauan Bangka Belitung dari Partai Demokrat pada pemilihan umum 2009 ini. “Saya percaya di negeri ini, masih ada orang-orang yang tulus mengabdi untuk negara dan berjuang untuk kepentingan rakyat,” jelas cucu pejuang kemerdekaan Yusin Jacob.

Dengan padatnya aktivitas sebagai pengacara, musisi, dan politisi, membuatnya sering menggunakan maskapai penerbangan. Dalam hal ini, Sriwijaya Air menjadi maskapai kepercayaan dan langganannya. Faktor kenyamanan, tepat waktu, dan kebersihan menjadi pertimbangan yang utama dalam memilih maskapai. “Selain itu, saya juga percaya dengan faktor keselamatan dan keamanan, rute menuju Bangka dan Belitungnya juga terhitung banyak,” terang alumnus Suffolk Univeristy ini. Lia dan juga pelanggan Sriwijaya Air lainnya berharap kepercayaan ini dapat membuat Sriwijaya Air terus memperluas jaringan penerbangan ke seluruh Indonesia. “Saya yakin Sriwijaya Air mampu untuk itu,” kata Lia, memberi semangat.