Erik Meijer: Positively Surprise with Sriwijaya Air

erik meijerSosok pria ini memang sudah cukup familiar di kalangan masyarakat. Apalagi sejak menjadi suami dari artis Maudy Kusnaedi. Lelaki asal Belanda yang kini menjabat sebagai deputy president director Bakrie Telecom ini menyempatkan waktunya untuk berbincang-bincang dengan SRIWIJAYA. Berikut petikan wawancara SRIWIJAYA dengan Erik Meijer yang berkarir di Indonesia sejak tahun 1993:

Bagaimana tanggapan Anda tentang kerjasama yang terjalin antara Bakrie Telecom dan Sriwijaya Air?

Ini merupakan hal baru bekerjasama dengan sebuah airline, dan sampai saat ini feedback yang saya terima dari customer cukup bagus. Intinya Bakrie Telecom ingin memberikan value added (nilai tambah) pada voucher isi ulang yang customer beli. Voucher yang telah diisikan, dan biasanya terbuang, kemudian bisa dibawa ke kantor Sriwijaya Air untuk mendapatkan potongan harga. Kota-kota yang menjadi jangkauan Esia bahkan hanya disinggahi oleh Sriwijaya Air seperti Jambi dan Malang. Kerjasama ini bisa saja berlanjut.

Program apa saja yang akan dijalankan oleh Bakrie Telecom dalam 2009 ini?

Bakrie Telecom tetap fokus untuk memberikan kesempatan seluruh kalangan untuk menikmati berkomunikasi baik dengan tarif yang murah maupun paket bundling dengan handset yang terjangkau bagi masyarakat Indonesia. Ke depan Bakrie Telecom akan terus melakukan ekspansi ke daerah-daerah dan salah satunya Bangka Belitung.

Ada pengalaman berkesan selama menggunakan armada pesawat terbang?

Saya teringat waktu kecil saya diajak oleh kakek dan nenek untuk melakukan citytour dengan pesawat. Pesawatnya tentu bukan pesawat komersil tapi pesawat kecil yang berputar mengelilingi kota selama setengah jam. Setelah itu saya mendapatkan sertifikat. Yang pasti, bepergian dengan pesawat terbang membuat saya dapat meluangkan waktu untuk melakukan hobi membaca novel di tengah aktifitas saya yang padat.

Apa perbedaan mencolok bandara di belanda dan bisa dijadikan pelajaran oleh bandara-bandara di Indonesia?

Perbedaan mencolok mungkin dari luasnya. Bandara di belanda lebih besar daripada di Indonesia. Namun itu wajar saja karena bandara-bandara di Indonesia merupakan destinasi terakhir para penumpang, berbeda misalnya dengan bandara di Hongkong atau Singapura yang juga merupakan bandara transit menuju negara-negara lainnya. Bandara-bandara internasional pada umumnya berkonsep One Stop Service, disana ada pusat perbelanjaan, hotel, spa, hingga kasino. Sarana dan prasarana yang memadai itu penting, jadi seandainya ada keterlambatan (delay) penumpang dapat melakukan berbagai aktifitas tanpa bosan menunggu.

Apa kriteria utama Anda dalam memilih maskapai udara?

Yang pertama adalah On Time Performance (OTP) schedule. Percuma jika suatu msakapai memiliki frekuensi penerbangan yang banyak menuju satu kota tetapi tidak sesuai jadwal. Harga yang kompetitif juga menjadi pertimbangan selain tentunya kenyamanan dan keamanan selama penerbangan.

Bagaimana Anda melihat perkembangan maskapai Indonesia saat ini?

Saya lihat sekarang maskapai Indonesia semakin berbenah dan itu bagus. Mobilitas masyarakat juga semakin pesat dan dinamis. Dahulu masyarakat Indonesia menggunakan kereta api dan kapal laut yang menghabiskan waktu hingga berhari-hari, kini bisa menggunakan pesawat udara dengan tarif yang relatif terjangkau. Jika maskapai Indonesia berani merambah rute regional maupun internasional, maka ini akan berdampak bagus pada sisi ekonomi khususnya sektor pariwisata.

Apakah anda pernah menggunakan jasa Sriwijaya Air? Bagaimana tanggapan Anda terhadap pelayanan Sriwijaya Air?

Saya pertamanya agak underestimate dengan airline-airline dengan tarif murah, namun begitu saya berkesempatan menggunakan Sriwijaya Air saya positively surprise. Armadanya bagus dan bersih, jadwalnya on-time, terlebih pelayanan pramugarinya juga berkelas. Saya berharap Sriwijaya Air dapat terus maju dan menjadi maskapai terbaik di Indonesia.