Capt. Barata Thariq

Kado terindah di 2009

Tahun 2009 mungkin menjadi tahun terindah untuk pilot Sriwijaya Air bernama Barata. Bagaimana tidak, dalam 3 bulan ini –Maret, April, dan Mei, ada tiga peristiwa besar menantinya. “Tahun ini bisa jadi berkah yang luar biasa buat saya, “ ujar pemilik nama lengkap Barata Thariq Jatim ini.

Yang pertama, pada tanggal 19 Maret 2009, Barata secara resmi diangkat menjadi captain. “Ini merupakan sebuah kehormatan dan kepercayaan Sriwijaya Air akan saya jawab dengan memberikan yang terbaik dengan menjadi captain yang profesional di lapangan, “ ujarnya. Barata sendiri sudah sejak tahun 2004 menjadi pilot di Sriwijaya Air. Selama lima tahun berkarir, ia telah merasakan suasana yang friendly dan menyenangkan yang membuatnya betah berkarir di Sriwijaya Air.

Yang kedua, pria kelahiran Jakarta ini akan merayakan ulang tahunnya di bulan April tepatnya pada 26 April 1978. Tahun ini capt. Barata akan genap berusia 31 tahun. “Saya berharap di usia yang semakin dewasa ini saya dapat terus membahagiakan keluarga dan berkarya untuk Sriwijaya Air, “ kata Barata lagi. Ulang tahunnya ini akan dirayakan sederhana bersama dengan keluarga dan istri tercinta. Apakah akan ada kado kejutan dari sang istri? Dia sendiri tidak tahu, yang lebih penting menurutnya adalah mengucap syukur kepada Ilahi atas nikmat sehat yang masih diberikan.

Saat ini pria berperawakan tinggi besar ini memiliki seorang istri bernama Citra Dewi Rahayu yang pernah menjadi flight attendant Sriwijaya Air pada tahun 2004-2008. “Cinta bersemi di udara,” kata pria lulusan Royal Aero Club of Western Australia tahun 1998 ini sambil mengenang masa-masa perkenalan hingga pelaminan. Mulai dekat akhir tahun 2006, Barata tak berlama-lama melamar pujaan hati. Gayung pun bersambut, lamarannya di hari ulang tahun kekasih diterima dan menikah pada Agustus 2008.

Dalam waktu yang tak terlalu lama juga, pria yang gemar bermain tenis ini akan mendapatkan anak pertamanya. “Usia kandungan istri saat ini sudah 8 bulan, Insyallah jabang bayi akan keluar di bulan Mei,” ujarnya bahagia. Menurut hasil pemeriksaan dokter, jenis kelamin bayi pertamanya ini adalah laki-laki. “Ada beberapa nama yang sudah saya rencanakan bersama istri, namun saya masih menunda sampai masa persalinan, tunggu saja tanggal mainnya,” ucapnya sumringah. Akankah anak pertamanya akan mengikuti jejak sang orang tua berkarir di dunia penerbangan? Hanya waktu yang dapat menjawab.