Retno Widuri

Mami RetnoRetno Widuri, atau akrab disapa mami oleh teman-teman sejawatnya, adalah kepala awak kabin atau Chief Flight Attendant di Sriwijaya Air. Dalam pandangannya, awak kabin adalah salah satu ujung tombak karena langsung berhadapan dengan penumpang sebagai konsumen. Berikut penjelasannya mengenai tugas yang diemban sebagai Chief Flight Attendant:

  • Bisa cerita awal karir Anda hingga saat ini menjabat sebagai Chief Flight Attendant (FA)?

Saya memulai pertama kali sebagai pramugari sekitar 20 tahun. Lalu pada 2 Oktober 2003, ketika Sriwijaya Air akan berdiri saya diajak untuk bergabung. Capt. Harwick sangat berperan ketika akhirnya pada 7 Juli 2005 saya menjadi Chief FA. Beliau yang memberikan dorongan dan kepercayaan akan tugas yang saya emban ini.

  • Saat ini ada berapa jumlah awak kabin Sriwijaya Air?

Sampai saat ini, Sriwijaya Air memiliki 250 awak kabin. Disinilah saya berperan menempatkan awak kabin sesuai schedule yang telah ditetapkan. Mereka saya arrange sesuai dengan peraturan yang ada dengan mempertimbangkan kondisi fatigue (kelelahan) mereka. Biasanya dalam 1 minggu ada 1 hari libur.

  • Bagaimana Anda menempatkan diri di antara para awak kabin?

Saya sebagai chief adalah wakilnya para awak kabin sama saja seperti di DPR. Saya menjadi tempat penyampaian aspirasi para awak kabin untuk disampaikan ke manajemen. Begitupun ketika ada komplain dari penumpang yang dialamatkan ke manajemen akan saya tangani dengan dibantu para instructor untuk dilanjutkan kepada para awak kabin.

  • Apakah pramugari juga mesti bermodalkan 3B (Beauty, Brain, Behaviour)?

Sebenarnya, menurut pribadi saya, kecantikan itu relatif yah tergantung penilaian masing-masing orang. Kalau buat saya justru “inner beauty” yang harus ada dalam diri para awak kabin. Mereka dituntut untuk bekerja dengan hati yang tulus, bertutur sapa yang baik, tersenyum, dan ramah.

  • Bagaimana Anda menekankan kepada pramugari tentang resiko pekerjaan yang langsung berhadapan dengan penumpang?

Sebenarnya untuk menangani resiko kami memiliki basic yang kuat seperti flight training, basic indoctrinisasi yang menjadi fondasi mereka. Saya menekankan kepada mereka bahwa awak kabin adalah ujung tombak perusahaan karena berhubungan langsung dengan customer. Dengan berbagai bekal tersebut mereka akan menjadi professional menghadapi penumpang baik dalam hal service maupun safety.

  • Bagaimana Anda mengatur waktu bersama keluarga dan memberikan pengertian kepada mereka akan resiko menjalani profesi sebagai pramugari?

Dahulu, ketika masih awal-awal memang waktu untuk keluarga sangat sempit. Saya berusaha memberikan pengertian kepada anak akan profesi yang dijalani oleh ibunya. Alhamdulliah mereka mengerti. Saat ini setelah menjadi chief FA, sudah banyak waktu luang bersama keluarga. Buat Saya Sabtu dan Minggu adalah familyday.

  • Harapan Anda ke depan, menginjak usia Sriwijaya Air yang ke-5?

Saya berharap agar Sriwijaya semakin dikenal oleh masyarakat luas di Indonesia dalam citra yang positif tentunya. Positif dalam pelayanan maupun dalam keamanannya. Saya mewakili awak kabin siap bekerja profesional untuk mewujudkannya.