Hamburger: Cerita dibalik daging dalam roti

burgerTahukah Anda asal mula kata “hamburger”? Ternyata kata hamburger bukan dari frasa “ham” dan “burger”, melainkan diambil dari sebuah kota di Jerman bernama Hamburg. Dahulu di kota ini, ada makanan tradisional berupa potongan daging babi dalam roll bernama Rundstuck Warm.

Pada Abad Pertengahan, Hamburg adalah pusat perdagangan penting antara Arab dan Eropa. Kala itu, para pedagang Arab memperkenalkan “Kibbeh” yakni daging domba dikombinasikan dengan bumbu-bumbu. Penduduk lokal Hamburg kemudian mengadaptasinya dengan mengganti domba dengan babi atau sapi dan kemudian diproses menjadi daging giling dengan nama Hamburg Steak atau “Hamburger” yang terkenal hingga kini.

Hubungan yang jelas antara makanan dan kota Hamburg kemudian menjadi hilang setelah masuknya makanan “Sandwich” yang kemudian menjadi makanan populer di Jerman. Di berbagai negara, Hamburger masih dipakai sebagai kata untuk mewakili dari daging sapi giling dalam sandwich, yang berbeda dari “sandwich” itu sendiri. Sedangkan kata burger menjadi kata yang umum sebagai “sandwich” dengan isi daging giling, ayam, atau ikan.

Kini, Hamburger yang Anda kenal, menjadi makanan cepat saji favorit. Variannya pun semakin banyak, yang populer adalah “Cheeseburger” dimana ada tambahan keju di atas daging giling. Nama “Cheese Hamburger” atau “Cheeseburger” pertama kali muncul pada tahun 1924 hasil karya chef Lionel Steinberger di sebuah restoran bernama The Rite Spot.

Cepatnya penyajian menjadi salah satu alasan mengapa makanan ini menjadi favorit di seluruh dunia. Dengan tambahan kentang goreng dan segelas “soft-drink”, bagaikan sebuah paduan yang menggoda selera. Namun, sesuatu yang berlebihan tentu tidak baik dari kesehatan. Yang paling berbahaya adalah tingkakt kolesterol tinggi yang bisa membahayakan jantung Anda. Jadi, jangan jadikan makanan cepat saji menu sehari-hari. Makanlah “hamburger” bersama keluarga atau teman seminggu sekali dan imbangi dengan sayuran dan buah-buahan. Menyantap “hamburger” di tengah-tengah hangatnya kebersamaan tentu menyenangkan bukan?