Capt. Hendi Widyakso

capt.hendiCapt. Hendi Widyakso adalah chief pilot di Sriwijaya Air. Telah berkarir sejak tahun 2005, capt.Hendi mulai menjabat chief sejak bulan Juli 2008 yang lalu. Dalam masa yang belum terlalu lama, beliau ingin menghapus stigma bahwa chief pilot itu adalah “bosnya” para pilot. Berikut petikan wawancara selengkapnya.

  • Apa sih sebenarnya pekerjaan seorang Chief Pilot?

Main jobnya adalah memonitor day 2 day pilot operation mulai dari validasi training hingga schedule pilot. Saat ini, Sriwijaya Air memiliki 138 pilot yang melayani seluruh rute penerbangan yang ada. Para pilot ini tentu bertugas sesuai dengan aturan jam terbang yakni 1050 jam setahun, 110 jam sebulan, 30 jam seminggu, atau 9 jam sehari.

  • Bagaimana Anda memandang diri Anda sebagai chief pilot di mata sesama rekan pilot?

Saya berusaha menghapus stigma bahwa chief pilot itu bosnya para pilot. Saya memosisikan diri saya sebagai teman para pilot, teman curhat jika dibutuhkan. Saya juga membuka pintu lebar-lebar bagi siapa saja yang ingin datang ke kantor untuk menyampaikan pendapat demi kemajuan Sriwijaya Air tentunya.

  • Apakah ada perubahan profesi pilot jaman dulu dengan sekarang?

Sepertinya sih tidak ada, yang membedakan mungkin jumlah captain di dalam kokpit. Kalau dulu 3 sekarang menjadi 2 saja yakni 1 pilot dan 1 co-pilot. Pengurangan ini berkat kemajuan teknologi dirgantara khususnya di pesawat komersial dewasa ini. Kemajuan teknologi ini bertujuan untuk meminimize terjadinya human error. Yang harusnya ditingkatkan malah dari segi CRM (Crew Resources Management) yakni bagaimana para pilot dan co-pilot bekerjasama dengan baik di dalam kokpit.

  • Lalu, apakah ada pengurangan kualitas dengan semakin majunya teknologi pesawat?

Saya rasa justru tidak ada, teknologi itu seperti alat bantu yang memudahkan kita. Ibaratnya dulu pake mesin ketik sekarang pake laptop. Decision Makernya tentu tetap dipegang oleh pilot. Teknologi memang bermanfaat dalam hal me-reduce workload namun performance pilot tetap sama.

  • Menurut Anda, apakah pesawat tua identik dengan masalah?

Wah itu mah paradoks lama. Saya sih tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Selama maintenancenya bagus tidak menjadi masalah. Contoh paling gampang kalau kita masih melihat ada orang yang punya mobil klasik tahun 70-an masih bagus dan laik dikendarai tentu menjadi kebanggan bagi pemiliknya dan harganya bisa berkali-kali lipat lebih mahal dari harga sebenarnya.

  • Apa harapan yang ingin Anda sampaikan dalam rangka ulang tahun Sriwijaya Air?

Saya ucapkan selamat, semoga Sriwijaya Air tetap jaya. Saya berpesan kepada seluruh pihak Sriwijaya Air seperti yang ada dalam novel Laskar Pelangi yang isinya “Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya”.