Tiramisu: “Dessert manis yang kudu diburu”

Tiramisu, saat ini, telah menjadi salah satu makanan penutup populer yang disediakan pada segala jenis restoran. Walaupun sebagian orang mengira Tiramisu berasal dari Jepang, karena terdiri dari tiga suku kata yang khas ti-ra-mi-su, namun makanan yang manis dan lembut ini ternyata berasal dari Italia. Dalam bahasa Italia sendiri Tiramisu berarti “ambillah saya”.

Banyak sejarah dan perkembangan asal-usul kue satu ini. Konon, sekitar 25 tahun yang lalu, seorang ahli kue bernama Roberto Linguanot dari restoran Italia Le Beccherie mengolah Tiramisu dengan bahan yang sangat sederhana. Bahan dasarnya adalah biskuit yang sudah direndam larutan kopi dan keju mascarpone yang kemudian didinginkan di lemari es. Awalnya pun kue berbentuk bundar ini diperuntukkan bagi anak-anak dan orang tua.

Ciri paling khas dari Tiramisu adalah taburan bubuk kakao di atasnya. Ukurannya tergolong mini, sekitar 10×6 cm. Memakannya biasa menggunakan sendok sehingga digolongkan sebagai hidangan “alcucchiaio/dengan sendok”. Kedahsyatan dari dessert ini adalah ketika potongan Tiramisu menyentuh lidah. Kelembutan cakenya berpadu manis dengan krim susu ditambah lagi aroma kopi dan coklat yang menggugah selera.

Tiramisu, oleh berbagai restoran, telah diadaptasi menjadi variasi dessert yang beragam, mulai dari cake hingga puding. Bentuknya kini beragam. Rasa dasarnya pun tidak hanya berasa kopi lagi, namun telah divariasikan dengan berbagai rasa seperti stroberi, lemon, coklat, bahkan dengan campuran rum. Sekarang, kemanisan dan kelembutan Tiramisu menjadi kegemaran masyarakat di seluruh dunia termasuk Anda bukan?