Taman Wisata Penangkaran Buaya Surya Raya

Ingin melihat komunitas buaya di satu tempat?Datang ke Taman Wisata Penangkaran Buaya Surya Raya yang ada di kota Balikpapan. Taman ini adalah tempat pengembangbiakkan buaya muara (Crocodilus Porosus). Selain factor komersial, tempat ini juga menjadi andalan objek wisata kota Balikpapan. Menjadi komersial karena kulit buaya dihargai sangat mahal. Kulit buaya ini biasa dijadikan aksesoris masyarakat kelas atas seperti dompet, tas, ikat pinggang, tali jam, dan gantungan kunci. Selain diekspor ke luar negeri, taman ini juga menjual kepada para pemesan di Indonesia ataupun individu dengan harga yang terjangkau tanpa melupakan kualitasnya.

Selain dapat melihat buaya muara, disini juga dikembangbiakkan spesies buaya asli Kalimantan. Buaya Supit (Tomistoma Schelegeli) yang hidup di pedalaman sungai Mahakam adalah spesies Buaya asli Kalimantan yang terancam punah. Cara membedakannya dari buaya muara adalah bentuk mulutnya yang lancip. Selain itu kulitnya tidak dapat dijual seperti buaya muara.

Anda dapat melihat buaya muara berdasarkan kelompok umurnya. Jika beruntung, Anda dapat menyaksikan buaya yang sedang bertelur. Di alam bebas, buaya hanya bertelur pada bulan Agustus atau November. Sedangkan di penangkaran, buaya bias bertelur setiap bulan. Satu buaya betina biasanya bertelur sekitar 30 hingga 60 butir.

Untuk menjangkau Taman Wisata ini sangatlah mudah hanya berjarak 20 km dari Bandara Sepinggan Balikpapan. Taman Wisata ini buka mulai pukul 08.00 hingga pukul 17.00 setiap hari. Sebelum memasuki taman wisata, Anda akan menemukan rumah adat suku dayak yang cukup besar. Biasanya rumah adat ini menjadi pentas pertunjukan tari-tarian daerah dayak pada even tertentu. Anda dapat mengabadikan diri Anda dengan kamera bersama teman-teman atau keluarga di tempat ini.

Apabila telah selesai melihat buaya dari dekat, Anda dapat membeli oleh-oleh yang dijual disana seperti pajangan buaya, produk kulit buaya, minyak buaya, kerupuk, abon, tangkur buaya untuk kejantanan pria, hingga pil empedu buaya yang berkhasiat menyembuhkan penyakit kulit, asma, dan mencegah malaria. Anda juga dapat menikmati sajian kuliner ekstrim sate buaya yang gurih dan lezat di Cafe Borneo setiap hari Sabtu dan Minggu yang masih satu lokasi dengan taman wisata ini. Jadi, tunggu apalagi?