Pancake: Penganan Menggugah Selera


Mungkin sebagian dari Anda sudah akrab dengan Pancake atau Panekuk. Konon, panekuk diperkenalkan oleh Belanda ke Indonesia pada jaman penjajahan dulu. Sesuai namanya, pancake adalah kue yang digoreng di atas wajan bulat. Kue impor ini sepintas mirip dengan kue tradisional yang ada di negara kita seperti surabi, martabak manis, atau kue pukis. Mungkin karena sejarah dan kemiripan dengan kue tradisional inilah yang membuat lidah kita tidak asing dengan Pancake. Kue ini memiliki ciri khas berbentuk bulat dengan rasa manis atau tawar yang dapat divariasikan dengan aneka rasa atau topping.

Pancake atau Panekuk, yang diambil dari bahasa Belanda, berasal dari adonan tepung terigu, telur ayam, gula, dan susu yang dicampur dengan air hingga mengental. Panekuk yang enak biasanya adalah yang ringan karena ada udara yang terperangkap di dalam adonannya. Sewaktu menuangkan adonan, wajan yang sudah panas diletakkan di atas handuk atau kain basah sehingga suhu permukaan wajan menjadi turun. Hal ini membuat bagian bawah Pancake yang matang menjadi berwarna kuning keemasan. Pancake dapat dihidangkan selagi hangat ataupun setelah dingin.

Mentega, mapple –saus khas Pancake, atau madu menjadi tambahan yang sering dipakai di atas kue ini. Selain itu Pancake juga sering dimakan dengan tambahan es krim, saus vanilla, saus coklat, buah beri, atau irisan daging. Pancake dengan berbagai macam variasinya dapat ditemukan di seluruh dunia. Poffertjes adalah variasi Pancake yang berukuran kecil. Sedangkan Crepes adalah variasi Pancake yang dibuat menjadi lembaran yang sangat tipis. Pancake ini bisa dimakan dengan menggunakan pisau, garpu, atau dimakan dengan tangan sesuai dengan tradisi setempat..

Di Swedia, Pancake adalah hidangan penutup tradisional pada perayaan Thursday Winter, setelah tradisi sup kacang. Kombinasi dua tradisi ini telah lama berjalan sejak abad pertengahan. Sup kacang Swedia telah dianggap sebagai makanan nasional. Makanan ini disajikan setiap Kamis di hampir setiap rumah di Swedia sejak ratusan tahun yang lalu. Pada musim dingin, sup kacang menjadi makanan yang mengenyangkan baik secara ekonomis maupun untuk mengisi perut masyarkat di Swedia. Sup ini disajikan sebagai makanan utama ditambah daging babi rebus. Makanan penutup tradisional setelah memakan sup kacang tadi adalah Pancake Swedia, yang disebut Plattar, yang disajikan dengan selai. Rangkaian sajian tersebut bagi masyarakat modern saat ini termasuk makanan yang cukup berat.

Saat ini sudah banyak bermunculan restoran atau kafe yang menawarkan menu Pancake. Menunya pun terbagi atas tiga pilihan menu mulai dari menu appetizer, main course, hingga desert. Menu appetizer biasanya disajikan seperti sarapannya orang Amerika yakni Pancake dengan mentega, scramble egg, atau sosis. Untuk menu main course biasanya tersedia pilihan Savoury Pancake yang hangat seperti Tuna Mayonnaise atau Smoked Beef. Jenis Pancake ini biasa disajikan dengan salad. Sedangkan untuk menu desert, Sweet Pancake dengan topping es krim menjadi favorit.

Pancake sangat nikmat disantap pada pagi hari sebagai sarapan atau malam hari sebagai makanan penutup. Baik bersama teman-teman di waktu makan siang ataupun bersama keluarga di waktu senggang. Bentuk Pancake yang manis akan menggugah selera siapa saja yang melihat untuk segera menyantap kenikmatannya.