Corina Yunita

dsc_4197Pada edisi kali ini, Sriwijaya Inflight Magazine bertemu dengan salah satu duta wisata di Balikpapan. Corina Yunita bercerita panjang lebar mengenai perjalanan dirinya menjadi duta wisata. Selain itu, Corin secara antusias menjelaskan potensi wisata yang ada di provinsi Kalimantan Timur umumnya dan kota Balikpapan khususnya. Berikut petikan wawancaranya:

Cerita awal Corin menjadi duta wisata Balikpapan?

Awalnya aku memang sudah meniatkan diri untuk mendaftarkan diri menjadi duta wisata 2007-2008 di Balikpapan. Banyak tes yang harus aku jalani mulai dari tes tertulis, public speaking, sampai catwalk. Dari situ, terpilih 24 finalis untuk masuk karantina. Selama karantina aku dinilai lagi dan sampai akhirnya terpilih 6 pasangan laki-laki dan perempuan. Alhamdulillah, Corin terpilih menjadi wakil 2 putri duta wisata.

Tugas-tugas apa saja yang diemban oleh seorang duta wisata Balikapan?

Tugas duta wisata pada umumnya sama dengan provinsi lain yakni memromosikan  objek-objek wisata yang ada di balikpapan khususnya serta di Kalimantan Timur  umumnya agar wisatawan domestik maupun wisatawan asing tertarik untuk datang. Selain itu aku juga sering menjadi guide kalo ada tamu-tamu dari luar daerah yang berkunjung seperti dari majalah Sriwijaya ini atau pada even Pekan Olahraga Nasional yang kemarin

Bisa ceritakan mengenai baju dayak yang Corin kenakan?

Baju dayak adalah pakaian adat khas perempuan suku dayak yang bermotif flora dan fauna yang terdapat di kalimantan. Burung Enggang yang merupakan spesies unik yang ada di kalimantan sering dijadikan motif pada baju dayak.

Menurut Corin, potensi wisata apa saja yang bisa diandalkan di Balikpapan?

Corin suka objek wisata pantai melawai karena di sana tempatnya anak muda Balikpapan nongkrong sambil melihat matahari terbenam. Di situ juga terdapat pulau tukung yang indah. Enaknya lagi, banyak terdapat jajanan lesehan di sepanjang pantai yang menjual berbagai macam makanan dan minuman.

Objek-objek wisata apa saja yang berpotensi mendatangkan pemasukan daerah?

Ada objek wisata namanya Agro Wisata Km.23. Di sana kita bisa melihat binatang khas balikpapan, Beruang Madu, yang juga menjadi maskot kota Balikpapan. Aku menjadi sadar bahwa keberadaan Beruang Madu yang terancam punah menjadi tanggung jawab kita bersama.

Apakah Corin memiliki misi pribadi setelah menjadi duta wisata ini?

Pengen sih menjadi duta pariwisata tingkat nasional tapi masih menunggu waktu yang tepat mulai dari mental hingga materi yang dapat mendukung Corin di tingkat nasional itu. Sekarang Corin masih ingin menimba pengalaman dulu dan ingin meneruskan kuliah. Setelah itu mungkin akan mencoba ajang seperti Putri Pariwisata Indonesia.

Bagaimana Corin menceritkan kehidupan di Balikpapan?

Balikpapan bisa dikatakan kota yang heterogen karena banyak suku di Indonesia yang tinggal di sini. Namun begitu, mereka hidup berdampingan dengan damai. Sehari-hari Corin menggunakan bahasa Indonesia ketika berinteraksi dengan masyarakat.

Suka dan duka Corin menjadi duta wisata sampai saat ini?

Lebih banyak sukanya sih daripada dukanya. Dukanya paling kalo jadwal lagi padat jadi kurang istirahat. Sukanya Aku bisa menambah banyak teman dari kota Balikpapan juga dari kota-kota lain. Selain itu menjadi duta wisata menjadi pengalaman yang berharga buat aku pribadi.

Pesan Corin sebagai duta wisata Balikpapan kepada para penumpang Sriwijaya Air?

Jika ingin melakukan penerbangan pilihlah transportasi udara yang benar-benar memiliki standar kualitas penerbangan yang baik seperti Sriwijaya Air. Apabila penumpang Sriwijaya Air memilih provinsi Kalimantan Timur sebagai destinasi wisata, Corin pastikan tidak akan meyesal. Di sini potensi wisatanya besar sekali mulai dari wisata sejarah, wisata alam, hingga wisata kuliner. Aku tunggu ya kedatangannya.