Capt. Insan Furqonil Hakim

capt.insanSegala perjuangan yang kita lakukan sebagai manusia tentunya ingin berujung pada akhir yang manis dan bukan akhir yang pahit. Perjuangan salah satu pilot Sriwijaya Air adalah contohnya. Capt. Insan Furqonil Hakim termasuk salah seorang yang merasakan asam garam terbentuknya Sriwijaya Air.

Perjuangan pertama adalah ketika menjalani pendidikan sebagai pilot. Lulusan Curug angkatan 53 ini sebenarnya memiliki cita-cita yang sederhana. “Saya ingin sekolah yang gajinya bisa cukup untuk saya dan juga membahagiakan orang tua”, ujarnya. Pilihannya pun jatuh pada sekolah pendidikan menjadi pilot. Walaupun berlatar belakang keluarga pedagang, namun Capt.Insan dapat membuktikan kemampuannya untuk lulus dari sekolah penerbangan tersebut.

Perjuangan kedua berawal dari penugasan sebagai ketua tim sertifikasi AOC (Air Operator Certificate) di bawah DSKU (Dinas Sertifikasi Kelayakan Udara) yang mengurusi penerbangan di Indonesia. Kecintaannya pada Sriwijaya Air membuat pria kelahiran Jakarta ini kembali masuk ke Sriwijaya Air pada tahun 2004 sebagai co-pilot. Di awal tahun 2008 Capt. Insan mulai bertugas secara resmi sebagai pilot di Sriwijaya Air.

Di sela-sela jam terbang yang padat, Capt. Insan menyempatkan waktunya untuk melakukan kegemaran yang unik. “Saya suka mengutak-atik audio mobile” bersemangat. Bahkan berkat hobinya ini, dia sempat masuk salah satu majalah otomotif ternama Indonesia.

Satu lagi hobinya yang saat ini sedang vakum adalah nge-band. “Mulai saya taruna saya sudah sering nge-band bersama teman-teman”. Ketika masuk di Sriwijaya Air pun pria yang sering menjadi vokalis ini membentuk band bersama sesama teman sejawat. Namun karena kesibukan, penggemar musik cadas ini rela meninggalkannya. Jangan menyerah capt, mudah-mudahan ada rekan-rekan Sriwijaya Air yang berminat gabung dan aktivitas nge-band dapat berjalan setiap ada even di Sriwijaya Air.