Capt. Dhono Indarto

capt.dhono

Puasa : Ujian menahan emosi

Buat Capt. Dhono, berpuasa tidak sekedar menahan lapar dan haus. “Puasa itu ujian menahan emosi, apalagi profesi seperti pilot yang banyak tekanan”, ujar Capt. Dhono. Pria asli solo kelahiran 19 November 1963 bernama lengkap Dhono Indarto ini mengaku tidak memiliki masalah bertugas di bulan puasa dengan bulan-bulan lainnya, “Puasa kan kewajiban umat islam, justru di bulan penuh berkah ini pekerjaan yang kita lakukan Insyaallah mendapat pahala yang berlebih”.

Ada kebiasaan unik yang dilakukan pilot ketika sedang di udara dan akan tiba waktu berbuka puasa. Biasanya pilot berkoordinasi dengan ATC (Air Traffic Control) bandara terdekat untuk confirm waktu buka puasa, “Seperti kalau sedang di atas daerah Sumatera Selatan, maka saya kontak ATC Palembang. Kalau waktunya kira-kira sudah buka, baru deh saya umumkan ke penumpang pesawat”, jelas suami dari N.Widyasari ini.

Satu hal yang tidak bisa dilakukan ayah dari lima orang anak ini ketika day-off di bulan puasa adalah menjalani hobi kesukaannya. “Saya suka bersepeda gunung bersama teman-teman”, terang Capt.Dhono. Setiap ada waktu, biasanya pria yang berdomisili di Cimahi ini menjelajah daerah pegunungan seperti Parung. Waktu tempuh selama 6 jam tidak terlalu dirasakan, “karena tiap jam kita berhenti untuk sekedar menikmati pemandangan atau berwisata kuliner”. Menurutnya, selain menjaga kebugaran tubuh, menjalani hobi yang satu ini juga dapat menjalin keakraban di kalangan para pecinta sepeda gunung.

Selama berkarir di Sriwijaya Air, pria yang awalnya ingin menjadi tentara ini begitu merasakan perbedaan, “Sriwijaya Air selalu mengutamakan keselamatan, selain itu kesejahteraan para pilot juga terjamin selama dalam satu trip”. Perbedaan lain yang dirasakan adalah rasa kekeluargaan yang terjalin erat antar sesama kru. Di akhir pembicaraan, Capt. Dhono mengucapkan selamat beribadah puasa untuk penumpang Sriwijaya Air yang menjalankannya.