Pizza mamma mia…

Semakin berkembangnya masyarakat modern di perkotaan diikuti juga dengan menjamurnya restoran fast food (makanan cepat saji) di Indonesia. Salah satu fast food yang digemari saat ini adalah Pizza yang merupakan makanan khas dari Italia. Pizza adalah roti bundar dan pipih yang dipanggang di oven dengan topping yang beranekaragam ditambah dengan keju. Keju yang dipakai biasanya mozzarella atau keju pizza. Roti ini merupakan salah satu pilihan makanan yang mengenyangkan atau hanya sekedar pelengkap saat ngobrol santai bersama. Akan sangat nikmat menyantap pizza selagi panas, kalaupun ada yang lebih dingin dapat juga dimakan saat sarapan atau ketika piknik.

Sejarah

Kata “pizza” diambil dari bahasa Italia yang artinya “phai, kue, tart”. Sejarah makanan bundar ini dimulai sejak zaman Yunani Kuno, yaitu ketika bangsa tersebut biasa memakan panggangan adonan roti datar yang diberi topping. Adonan panggang ini disebut plankuntos, yang dipercaya merupakan tradisi turunan dari masa Babilonia.

Pada abad ke-16, bangsa Spanyol memperkenalkan tomat dari Meksiko dan Peru kepada bangsa Italia. Sejak saat itu penggunaan tomat sebagai bahan topping pun dimulai. Keju mozarella yang sudah dimulai pembuatannya oleh bangsa Indian di abad ke-7, kemudian mulai dipakai di Italia sebagai topping pada abad ke-18. Pada periode tersebut muncul “Perkawinan Bersejarah” Pizza yang ditaburi Mozzarella. Seorang pembuat pizza, Raffaele Esposito menyiapkan sebuah pizza yang melambangkan Bendera Italia: Merah yaitu saus tomat, putih yaitu mozzarella dan hijau yaitu daun basil untuk dipersembahkan pada Ratu Margherita Savoia, istri Kaisar Italia Umberto I. Karena ratu sangat menyukai cita rasa pizza sederhana ini maka dinamakan Pizza Margherita. Sedangkan masuknya pizza ke Amerika Serikat dipelopori oleh seorang imigran Italia bernama Gennaro Lombardi. Ia memulai usaha pizzeria pertama kali di New York pada tahun 1895.

Pada jaman modern saat ini, pizza dapat dijumpai di seluruh belahan dunia, bahkan  setiap negara memiliki restoran pizza dengan keunikan tersendiri. Budaya di tiap negara memengaruhi perkembangan resep pizza, sehingga keunikannya semakin beragam.

Jenis pizza

Ragam pizza umumnya berkisar dari pilihan bahan dan resep yang digunakan. Bahan tambahan yang biasa menjadi variasi topping antara lain ikan, telur, ayam, nanas, pisang, jamur dan kimchi. Penyiapan daging pun dilakukan dengan berbagai cara seperti moroccan lamb, shawarma atau chicken tikka masala tradisi India. Bumbu pelengkap pun terkadang diberikan tambahan bumbu khas daerah tertentu, misalnya bumbu kari dan sambal manis ala Thailand.


Bagi para vegetarian tidak perlu khawatir karena ada pizza yang dibuat dengan keju khusus dan variasi sayur-mayur di atasnya. Kreasi pizza untuk sarapan pagi biasanya dipadukan dengan topping telur dadar (scrambled egg). Bila ingin menikmati berbagai topping yang menarik, disarankan untuk menikmati pizza jenis supreme yang memiliki crust tipis dengan topping beragam dan banyak.

Saat ini di kota-kota besar banyak ditemukan restoran pizza dengan adaptasinya masing-masing baik mengikuti konsep Italia ataupun konsep Amerika. Pizza konsep italia umumnya memiliki roti yang lebih tipis sedangkan konsep Amerika memiliki roti yang lebih tebal. Setiap resto memiliki strategi sendiri dalam merebut pangsa pasar, seperti  cara penyajiannya yang segar dan cepat, harga terjangkau, fasilitas hotspot, ada juga yang menambahkan unsur hiburan seperti musik jazz, bahkan ada yang jam operasinya dari pukul 10.00 sampai pukul 6 pagi! Alhasil, pengunjung yang datang ke resto pizza pun berasal dari kalangan yang beranekaragam seperti keluarga, eksekutif kantoran, hingga para clubbers.

Manfaat

Banyak yang tidak menyadari kalau pizza kaya akan gizi dan antioksidan.Walaupun tergolong makanan fast food, pizza bukanlah bad food. Sepanjang dikonsumsi dengan konsep gizi yang seimbang, apa pun jenis makanan akan selalu bermanfaat baik bagi tubuh. Sumber karbohidrat utama pada pizza adalah tepung, sedangkan proteinnya berasal dari daging atau seafood. Sumber utama lemak pada pizza adalah keju. Tambahan berbagai topping di atasnya membuat piza menjadi semakin bervariasi dengan kandungan gizi yang beragam.

Dari hasil penelitian Jeffrey Moore dari University of Maryland, AS, terbukti bahwa kadar antioksidan, yang dapat melindungi sel serta jaringan tubuh terhadap penyakit seperti kanker, dari adonan pizza akan meningkat sebesar 60 persen bila dimasak lebih lama. Peningkatan sebesar 82 persen terjadi apabila pizza dimasak pada suhu yang lebih tinggi. Umumnya adonan pizza mengalami proses fermentasi sekitar 18 jam. Peningkatan waktu fermentasi adonan hingga 48 jam ternyata dapat meningkatkan kandungan antioksidan pada pizza. Peran antioksidan sangatlah diperlukan untuk menjaga agar sel tubuh tetap prima dan terlindungi dari kerusakan.


Lalu bagaimana cara menyiasati konsumsi pizza tanpa khawatir akan dampaknya terhadap kesehatan? Center for Science in the Public Interest (CSPI), sebuah lembaga di Amerika Serikat telah memberikan beberapa tips, antara lain:

(1) usahakan untuk memilih pizza dengan topping beragam sayur dan mengandung keju seminimal mungkin,

(2) imbangi konsumsi pizza dengan menu sehat lainnya seperti salad ataupun sup.

Sebagai catatan, apabila Anda menyantap pizza jangan memakai tambahan saus pabrikan karena mengurangi cita rasa pizza yang sebenarnya. Saat ini pizza sangat mudah ditemukan baik di restoran khusus pizza atau dalam kemasan yang diperoleh di supermarket. Kalau tidak mau repot, Anda dapat memesan pizza melalui telepon, dan layanan delivery akan datang langsung ke rumah. Pizza memang memberikan cita rasa tersendiri yang membuat jutaan konsumen ingin selalu menikmatinya.