Kopi: Minuman Tanpa Batas

Kopi seperti yang Anda kenal adalah minuman berwarna hitam yang biasanya dihidangkan saat panas. Saat ini kegemaran orang akan kopi semakin tinggi, hal ini dapat Anda temukan dari warung kopi pinggir jalan hingga coffeeshop di pusat perbelanjaan. Kopi memang tidak mengenal batas, dari kalangan bawah hingga atas, dari muda hingga tua, baik pria maupun wanita.

Sejarah Kopi

Anda mungkin tidak membayangkan bahwa awalnya kopi mulai dikonsumsi manusia di Afrika tepatnya di Ethiopia yang termasuk negara miskin sekitar abad ke-9. Dari sana kemudian menyebar ke dataran timur tengah dari Mesir, Turki, Persia hingga Yaman pada abad lima belas. Seorang sufi Ali Bin Omar dari Yaman bahkan menjadikan rebusan kopi sebagai obat penyakit kulit dan obat-obatan lainnya. Belahan Eropa tidak luput dari invasi minuman yang kemudian menjadi populer selama abad ke-17. Belanda adalah negara pertama yang mengimpor kopi dalam skala besar yang kemudian diperkenalkan ke tanah Jawa. Sekitar tahun 1646, seorang berkebangsaan Belanda mendapatkan biji arabica mocca dan dikembangkan di suatu daerah timur Jakarta yang sekarang bernama Pondok Kopi.

Ada cerita unik tentang kopi di negara Swedia. Penduduk disana terkenal fanatik akan kopi. Konon dahulu raja Gustaff II pernah menjatuhkan hukuman pada dua orang saudara kembar. Setiap orang diwajibkan meminum salah satu antara kopi dan teh selama hidup mereka untuk membuktikan khasiatnya masing-masing. Ternyata yang pertama mati adalah peminum teh pada usia 83 tahun. Hal itulah yang membuat orang-orang Swedia sangat fanatik akan kopi. Setiap orang di sana bisa menghabiskan 12 kg lebih kopi pertahun!

Jenis Kopi

Secara garis besar, kopi memiliki dua jenis, Arabica dan Robusta. Arabica adalah kopi tradisional dan dianggap paling nikmat sedangkan Robusta memiliki kafein tinggi dan memiliki rasa pahit dan asam yang membuatnya biasa digunakan pada campuran Espresso. Kafein adalah zat kimia yang berasal dari tanaman yang dapat menstimulasi kerja otak dan sistem saraf.

Minuman yang mengandung kafein ini banyak dikembangkan di banyak negara. Di Panama ada Hacienda La Esmerelda, Turki ada turkish coffee, Guatemala ada El Injerto, Brazil ada Fazenda Santa Ines, Jamaica ada Blue Mountain, dan Rwanda ada Starbucks Blue Bourbon. Kita patut berbangga karena kopi termahal di dunia ada di Indonesia yakni kopi luwak. Kopi ini berasal dari kotoran luwak yang proses pencernaannnya memberikan rasa yang unik. Dilansir dari Daily Mail dalam situs internetnya, harga secangkir kopi luwak kualitas premium mencapai 50 poundsterling atau hampir Rp 1 juta.

Menjamurnya coffe shop memunculkan banyak varian kopi yang menggoda para pecandu kopi untuk mencicipinya. Mulai dari campuran susu dan coklat hingga tambahan caramel, vanilla, hazelnut, atau whipped cream. Semua jenis tersebut sangat nikmat disajikan dalam bentuk panas ataupun dingin.

Khasiat Kopi

Mitos kopi memiliki khasiat memang benar adanya. Kandungan kopi dalam kafein terbukti memiliki khasiat berdasarkan riset selama 18 tahun di Amerika. Kafein membantu Anda berpikir lebih cepat, mencegah gigi berlubang, mengurangi derita sakit kepala, dapat melegakan napas penderita asma, membuat badan tidak cepat lelah, bisa melakukan aktifitas fisik lebih lama, menangkal radikal bebas dan menghancurkan molekul yang dapat merusak sel DNA, melindungi jantung, mengurangi risiko pengidapan diabetes. Penelitian terkini mengungkapkan bahwa perempuan yang minum dua cangkir kopi sehari dapat mengurangi risiko terkena osteoporosis, bahkan para ilmuwan Brasil dalam pertemuan “American Society for Reproductive Medicine” di San Antonio menyimpulkan dengan minum kopi mampu meningkatkan kesuburan pria.

Khasiat kafein dalam kopi tentu baik dalam dosis yang wajar karena pengaruhnya berbeda pada setiap orang. Kopi tidak disarankan untuk penderita hipertensi dan insomnia. Gunakan kopi biasa yang diendapkan, bila Anda ingin lebih sering dan lebih banyak minum kopi setiap hari karena kandungan kafeinnya yang lebih rendah. Dosis kafein yang dapat menimbulkan gangguan kesehatan adalah jika lebih dari 500 mg kafein perhari atau setara dengan 4-5 gelas kopi instan atau 10 kaleng coca cola sehari. Kelebihan kafein yang menggganggu kesehatan antara lain berupa sakit kepala, pegal otot, sulit tidur dan banyak buang air kecil.