Capt Atiq Moh.Amin

Capt. Atiq

Anda tentu bingung membaca judul di atas. Tapi tidak menurut Capt Atiq Moh.Amin, profil pilot kita bulan ini. Menurutnya, ibarat mesin pesawat yang berputar pelan namun lama-lama akan semakin kuat dan kencang. Slow but Strong juga menggambarkan perjuangannya dalam menekuni karir sebagai pilot. Awal yang tidak terduga namun berakhir bahagia.

Terlahir dari keluarga besar laki-lakinya yang berlatar belakang teknik, Capt Atiq tidak menyangka akan menjadi pilot. Selepas SMA, pria yang hobi membaca ini diajak abangnya untuk ikut ke Curug. “Tadinya saya berpikir akan dimasukkan ke sekolah teknik, ternyata malah dimasukkan ke PLP dan malah diterima dari ribuan calon yang mendaftarkan diri ke sana”. Perjuangan tidak berhenti sampai di situ, ketika menjalani pendidikan, pria kelahiran Jakarta ini merasa tidak cocok dengan gaya pendidikannya yang seperti akademi militer. Dia bahkan sempat pulang ke Surabaya kampung halamannya. Namun akhirnya Capt.Atiq kembali untuk menyelesaikan pendidikan dan lulus menjadi pilot hingga saat ini.

Mengenai karirnya di Sriwijaya Air, pria yang akan merayakan ulangtahunnya pada 25 April ini mulai masuk pada tahun 2004 sebagai co-pilot. Setelah melalui berbagai pertimbangan dan seleksi ketat, awal februari 2008 yang lalu Capt. Atiq resmi menjadi pilot Sriwijaya Air. “Mungkin loyalitas saya menjadi pertimbangan tersendiri”,ungkapnya ketika ditanya alasan mengapa ia terpilih menjadi pilot. Menurutnya untuk menjadi pilot di Sriwijaya Air sangatlah ketat, dan merupakan suatu kebanggaan dan kehormatan bagi dirinya dan juga keluarga terpilih menjadi salah satu pilot pada maskapai armada Sriwijaya Air.