Azhar

Cinta memang tidak mengenal lokasi, bahkan di udara pun cinta bersemi. Seperti kisah yang dialami oleh seorang pramugara Sriwijaya Air. Azhar, begitu ia biasa disapa, bertemu kekasih hatinya ketika menjalani awal karir sebagai flight attendant di salah satu maskapai penerbangan di Indonesia. “Pengalaman yang sangat berkesan karena dia sekarang menjadi pendamping hidup saya sehidup semati”, ungkapnya dengan berbinar-binar.

Meskipun berkeinginan menjadi diplomat, ayah satu anak ini mencoba peruntungan menjadi pramugara. Berawal dari ajakan temannya tahun 1995 mereka berdua mendaftar menjadi flight attendant dan diterima. Walaupun kesan flight attendant adalah wanita, namun Azhar tidak mempersoalkannya, ”buat saya biasa aja dan tidak ada masalah apalagi di dunia service jenis kelamin tidak menjadi masalah, karena mau pria mau wanita yang penting adalah bagaimana melayani konsumen dengan baik”.

Walaupun masih tergolong baru menjadi pramugari di Sriwijaya Air, namun pria yang lahir pada 23 desember ini sudah merasakan kehangatan dengan sesama teman seprofesi. Menurutnya lingkungan kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan yang ada di dalamnya. Apabila sedang tidak berdinas, Azhar lebih senang menghabiskan waktunya bersama keluara, istri dan buah hati tercinta Naufal Azra. Walaupun mempunyai latar belakang dirgantara, baik Azhar maupun istri tidak memaksakan anak mereka mengikuti profesi di bidang yang sama. Tapi, simak jawaban pria berbadan chubby ini ketika ditanya profesi anaknya kelak, “Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit”. Jawaban yang berhubungan dengan udara walaupun hanya sebuah analogi. Benar-benar potret sebuah keluarga muda yang bahagia.