Flying Phobia

Flying Phobia atau jika diterjemahkan adalah takut terbang adalah masalah yang terus meningkat di negara-negara industri. Diperkirakan sekitar 10% masyarakat tidak pernah naik pesawat karena takut akan terbang. Selain itu, sekitar 25% merasa gelisah ketika terbang dan kadang menggunakan alkohol atau obat-obatan selama dalam penerbangan. Kegelisahan tersebut sebenarnya tidak langsung berhubungan dengan penerbangan itu sendiri. Hal ini dapat timbul selama sebelum menaiki pesawat (dari saat ketika si individu mengetahui akan terbang, yang mungkin terjadi beberapa hari, atau beberapa bulan sebelumnya), dan dalam situasi menghadapi perjalanan itu sendiri (pergi ke travel agent untuk mendapatkan informasi jadwal, membeli tiket, mengemasi koper, pergi ke bandara, checking in, menunggu sebelum boarding, dll). Kegelisahan ini mengakibatkan penderitaan luar biasa, memerpanjang “siksaan” selama terbang di pesawat.

Tingkat keamanan terbang

Meskipun demikian, ketakutan ini tidak berhubungan dengan tingkat keamanan terbang. Tingkat kematian menaiki pesawat terbang adalah 0.03 kematian setiap satu juta penumpang. Tingkat kecelakaan juga cenderung aman yakni satu kecelakaan setiap satu juta rute penerbangan dan kecelakaan ini tidak selalu menyebabkan kematian. Data dari National Transportation Statistic Report pada 1985 menyatakan bahwa terbang dengan pesawat:

  • 29 kali lebih aman dibanding bepergian dengan mobil
  • 18 kali lebih aman dibanding tinggal di rumah
  • 10 kali lebih aman dibanding ada di tempat kerja
  • 8 kali lebih aman dibanding berjalan-jalan
  • 6 kali lebih aman dibanding kemungkinan dibunuh oleh kerabat sendiri
  • 4 kali lebih aman dibanding bepergian dengan kereta

Sebagai contoh perbandingan, Boeing 727 harus mengalami satu kecelakaan tanpa penumpang selamat untuk mencapai tingkat kematian yang sama dengan kecelakaan mobil setiap hari. Jadi masihkah Anda khawatir akan keselamatan terbang?(www.eita.uji.es)