Roffa Mutia

Roffa, demikian panggilannya, menyapa saya dengan senyum khasnya yang imut. Siang itu, saya bertemu dengan Roffa Mutia di ruang runggu pramugari di terminal kedatangan bandara Soekarno-Hatta. Gadis kelahiran Jakarta 12 juni 1985 ini mengawali karir sebagai pramugari pada tahun 2006 yang lalu. Tak ada kesan bahwa dulunya dia pernah menjadi atlet olahraga voli. “Dulu aku sering bertanding mewakili sekolah di kabupaten,”jelasnya ketika ditanya awal terjun sebagai pevoli. Dengan tinggi 169 cm dan berat 51 kg, tak heran apabila dia menyukai posisi sebagai tosser. Peran ayah yang mantan atlet olahraga voli juga turut mendorong kesukaan Roffa pada olahraga bola smes ini. Kecintaannya pada olahraga itulah yang membuat dirinya tampak fit walaupun baru saja mendarat dari daerah-daerah yang jauh. Banyak pengalaman berkesan dialami oleh Roffa, “pernah suatu kali ketika selesai briefing para penumpang senyum-senyum sambil bengong, ternyata mereka turis asing padahal mukanya kayak orang sini”, gelaknya. Lebih lanjut dia mengungkapkan bahwa awal terjun sebagai pramugari karena kekagumannya pada sosok ibu pacarnya yang merupakan salah satu pramugari senior. Beliaulah yang mengajarkan bagaimana menjadi wanita yang mandiri dan tidak tergantung dengan orang lain.