Mayangsari

Melayani penumpang dengan ilmu psikologi

Ayuk Septi Mayang Sari, demikian namanya. Namun Anda dapat memanggilnya dengan nama Mayang. Gadis kelahiran Blora 24 tahun yang lalu ini tidak menyangka akan terjun menjadi pramugari di Sriwijaya Air karena latar belakang pendidikannya yang sarjana psikologi di Semarang.

Namun, dia mengaku jatuh cinta dengan profesi pramugari karena menyukai penampilan pramugari yang selalu anggun, menarik, dan terlihat “smart”. “Menjadi pramugari Sriwijaya Air adalah hal yang menantang, karena aku bertemu dengan banyak orang yang berbeda karekter tentunya. Selain itu, aku dapat menerapkan ilmu yang saya dapat di kampus dulu dalam menghadapi penumpang karena dibutuhkan kemampuan berkomunikasi yang baik dan juga ketekunan”, paparnya. Lebih lanjut Mayang mengungkapkan harapannya untuk dapat membuka biro psikologi sendiri.

Ketika ditanya tentang hari valentine, gadis yang sebelumnya berprofesi sebagai ticketing Sriwijaya di Head Office Gunung Sahari ini teringat ketika dia masih duduk di bangku SMA. “Aku dulu punya geng, ada sebelas orang dan semuanya cewek. Nah, ketika valentine kita saling bertukar coklat tapi di bungkusnya dikasih nama cowok, kan kesannya kita semua udah punya pacar, padahal sih jomblo semua”, sambil tertawa. Menurutnya, hari valentine adalah hari dimana kita saling berbagi kasih sayang baik kepada pasangan, teman, maupun orang tua. Dia sendiri tidak terlalu menganggap valentine sebagai sesuatu yang istimewa. Namun pernah suatu kali, dia merayakan valentine bersama pasangannya di sebuah restoran. “Saya suka apabila ada yang memberi saya bunga mawar” lebih lanjut. Mayang sendiri saat ini mengaku masih belum menikah dan masih mencari pasangan yang tepat , “Saya mendambakan pasangan yang romantis dan setia”. Apakah Anda berminat memberikan setangkai mawar pada Mayang?