Garbarata: Akses mudah penumpang menuju pesawat


Mungkin sebagian dari Anda sudah masih asing dengan kosakata di atas. Jika Anda sudah melakukan cek-in kemudian akan menuju pesawat, maka fasilitas bandara satu ini sudah menjadi andalan. Ya, Garbarata adalah sebuah fasilitas seperti jembatan yang menghubungkan antara terminal bandara menuju pesawat yang akan memberangkatkan Anda.

Garbarata sendiri memiliki banyak nama, mulai dari jet bridge, aerobridge, hingga belalai gajah. Garbarata memiliki bentuk yang dapat disesuaikan dengan kondisi terminal gate yang ada. Penumpang akan langsung memasuki pintu pesawat tanpa perlu repot-repot menaiki tangga lagi. Garbarata biasanya sudah ada di bandara-bandara internasional di Indonesia, sedangkan untuk bandara kecil masih menggunakan tangga berjalan.

Pada bagian dalam, belalai gajah ini tampak seperti lorong kantor yang sempit dan memanjang namun tanpa pintu. Dinding-dinding biasanya dicat sesuai standar bandara dengan warna-warna yang kalem. Selain dari baja, beberapa pabrik bahkan membuat garbarata dengan dinding dari kaca.

Garbarata memiliki satu titik temu yang berbentuk putaran dan bisa diarahkan ke kiri maupun ke kanan. Ruang kontrol garbarata terletak di ujung yang dapat ditinggi-rendahkan, dipanjang-pendekkan, atau diputar sesuai dengan ukuran pesawat. Gerakan ini dikendalikan oleh seorang operator. Ruang kontrol operator berbentuk kanopi seperti alat musik akordeon.

Keuntungan menggunakan Garbarata adalah akses penumpang yang lebih mudah dan nyaman baik cuaca panas maupun cuaca hujan karena bentuknya yang tertutup. Bahkan, Anda dapat melihat pemandangan pesawat-pesawat parkir di bandara melalui Garbarata yang terbuat dari kaca.

Indonesia patut berbangga karena memiliki perusahaan perakit Garbarata bernama Bukaka berskala internasional. Karya mutakhir para insinyur Indonesia ini telah diakui dunia dan digunakan di beberapa bandara internasional seperti Jepang, Hongkong, Bangkok, Malaysia, dan Singapura. Pabrik Bukaka setiap tahunnya memroduksi tidak kurang 45 unit dengan harga mulai dari US$ 300.000 belum termasuk pajak. Jadi, jika Anda mendarat di bandara Singapura atau Hongkong Anda bisa memberitahu penumpang asing bahwa garbarata yang mereka lewati adalah produk kebanggaan bangsa Indonesia.

About these ads