Pengumpan:
Tulisan
Komentar

2011 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

The concert hall at the Syndey Opera House holds 2,700 people. This blog was viewed about 27.000 times in 2011. If it were a concert at Sydney Opera House, it would take about 10 sold-out performances for that many people to see it.

Click here to see the complete report.

2010 in review

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads Wow.

Crunchy numbers

Featured image

A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers. This blog was viewed about 8,500 times in 2010. That’s about 20 full 747s.

 

In 2010, there were 36 new posts, growing the total archive of this blog to 176 posts. There were 39 pictures uploaded, taking up a total of 52mb. That’s about 3 pictures per month.

The busiest day of the year was January 14th with 337 views. The most popular post that day was Seragam Baru Pramugari Sriwijaya Air.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were id.wordpress.com, facebook.com, google.co.id, mail.yahoo.com, and google.ca.

Some visitors came searching, mostly for pramugari, tiramisu, pramugari sriwijaya air, mascarpone, and seragam pramugari.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Seragam Baru Pramugari Sriwijaya Air April 2009
3 comments

2

Irawati February 2009
1 comment

3

Sandra Dewi: Pernah ingin jadi pramugari January 2009
1 comment

4

Spaghetti Vs Fettucini: Dua Menu Italia yang Menggoda January 2009
3 comments

Sriwijaya Air bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Udara dalam hal ini Dinas Sertifikasi Kelayakan Udara (DSKU), menyelenggarakan program Safety Management System (SMS) Training Course. Program ini diikuti seluruh unsur yang ada di struktural organisasi Sriwijaya Air mulai dari manajemen level atas hingga level bawah.

Menurut koordinator acara, M.Dalimunte, program SMS ini menjadi kebutuhan seluruh airliner di Indonesia. Hal inilah yang memprakarsai Sriwijaya Air untuk menyelenggarakan program ini. Acara ini diselenggarakan tiga minggu yang terbagi atas tiga kelas dimana selama satu minggu diperuntukkan untuk satu kelas.

“Saya menyambut baik program ini, karena selain menambah wawasan mengenai dunia penerbangan, kita juga tahu apa pengaruhnya jika kita mengabaikan budaya safety”, ujar salah satu perseta, Gabriella yang menjabat CFO Sriwijaya Air.

Materi training SMS ini terdiri dari Basic Safety Concept, Safety Management, Hazards, Risk, SMS Regulations, SMS Planning, SMS Operation, dan Phrased Approach to SMS Implementation.

“Program ini pada dasarnya ingin mengenalkan budaya keselamatan kepada seluruh manajemen airline agar kecelakaan penerbangan dapat direduksi”, demikian pernyataan salah satu instruktur yang memberikan materi training SMS, Capt. Adhy Gunawan, ST yang menjabat sebagai Deputy Director For Aircraft Operation di Departemen Perhubungan.

Lebih lanjut beliau menjelaskan pentingnya program ini untuk dipahami para operator penerbangan sehingga muncul budaya positif yakni budaya mau belajar dan menerima perubahan. “Walaupun untuk mencapai Zero Accident adalah hal yang mustahil, namun langkah preventif tetap harus dilakukan baik oleh regulator maupun operator”, terang Capt. Adhy lagi.

Selain itu, Capt. Adhy menyambut baik inisiatif Sriwijaya Air untuk mengadakan SMS Training Course secara mandiri, “Sriwijaya Air merupakan airliner pertama dan semoga diikuti oleh airliner lainnya”. Hal ini menunjukkan keseriusan Sriwijaya Air dalam memperhatikan masalah keselamatan penerbangan.

Di akhir program akan ada examination dan review. Selain itu setiap peserta  mendapatkan sertifikat Safety Management System dari Dinas Perhubungan Udara. Berbekal sertifikat inilah diharapkan para peserta training akan memahami pentingnya berbudaya keselamatan baik untuk organisasi maupun untuk penumpang.

Sriwijaya Air kembali berbahagia dengan kedatangan dua pesawat baru. Dua pesawat baru itu diberi nama masing-masing Indah dan Emi. Kedatangan dua pesawat baru ini semakin melengkapi armada Sriwijaya Air yang sudah ada. Dua pesawat baru jenis boeing ini nantinya akan memenuhi permintaan konsumen penerbangan di Indonesia yang semakin tinggi.

Indah merupakan pesawat Boeing jenis 737-300 tipe PK-CJS yang berkapasitas hingga 148 tempat duduk. Sesuai dengan tradisi Sriwijaya Air, maka pada tanggal 14 Agustus 2008 diadakan doa bersama. Doa bersama ini dilakukan di hanggar Garuda Maintenance Facility (GMF) yang dipimpin oleh Sofyan Rebuin dan Christine. Chandra Lie selaku presdir turut hadir dalam doa bersama ini.

Selang 2 minggu kemudian, tepatnya 29 Agustus 2008 pukul 17.20, Emi tiba di bandara Soekarno-Hatta. Kedatangan pesawat jenis Boeing 737-400 tipe PK-CJU ini disambut hangat para pejabat dan staf Sriwijaya Air. Capt. Basuki mendapat kehormatan untuk membawa pesawat yang mampu menampung 168 penumpang. Turut serta dalam rombongan pesawat baru adalah komisaris Sriwijaya Air Yohannes Bunyamin.

Sesampainya di bandara, rombongan dalam pesawat baru mendapatkan ucapan selamat dan karangan bunga dari pejabat teras Sriwijaya Air, yakni Hendry Lie selaku komisaris utama, Capt. Harwick selaku vice president, dan Gabriella selaku CFO Sriwijaya Air. Doa bersama pun dilakukan dalam pesawat yang dipimpin oleh Hevy Febriansyah dan Christine. Doa bersama merupakan tradisi yang selalu dilakukan Sriwijaya Air setiap kedatangan pesawat baru, karena bagaimanapun manusia berusaha tetap harus berserah diri kepada-Nya.

Edisi September 2008

Satu lagi keluarga baru Sriwijaya Air telah datang. Pada tanggal 26 Juli 2008, tepat pukul 12.25 WIB, telah mendarat dengan selamat pesawat baru Sriwijaya Air di Bandara Soekarno-Hatta. Pesawat tipe Boeing 737-300 dengan nomor seri PK-CJT ini diberi nama Elang. Capt. Basuki mendapatkan kehormatan sebagai pilot pertama yang menerbangkan pesawat baru ini. Ikut serta dalam rombongan ini adalah Vice President, Capt. Harwick. Setibanya di bandara, para kru disambut oleh pejabat Sriwijaya Air yakni komisaris Johannes Benyamin dan Gabriella selaku CFO.

Pada tanggal 29 Juli 2008, pesawat baru ini melakukan terbang perdana dengan rute penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang. Dalam pelepasan pesawat baru tidak lupa selalu diawali dengan doa bersama. Hal ini merupakan tradisi yang dilakukan oleh Sriwijaya Air, bahwa segala rahmat dan karunia merupakan anugerah dari Tuhan YME. Doa bersama ini dipimpin oleh Sofian Reboin, mantan walikota Pangkalpinang, untuk umat muslim dan ibu Pdt. Hilda untuk umat kristiani. Doa bersama ini dihadiri oleh Chandra Lie selaku presdir Sriwijaya Air, Gabriela selaku CFO, dan Capt. Harwick selaku Vice President. Semoga dengan kehadiran pesawat baru Sriwijaya Air ini kebutuhan konsumen penerbangan di Indonesia akan semakin terpenuhi.

Edisi Agustus 2008

PT. Sriwijaya Air kembali membuktikan diri kapasitasnya sebagai maskapai penerbangan nasional terpercaya di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan penandatanganan Memory of Understanding (MOU) antara PT. Sriwijaya Air dengan Kamar Dagang Industri (Kadin) dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi). Penandatanganan MOU ini dilakukan dalam waktu yang berdekatan.

Perjanjian dengan Kadin dilakukan pada tanggal 14 Juli 2008 di Menara Kadin Jakarta. MOU ini langsung ditandatangani oleh Chandra Lie selaku presiden direktur PT. Sriwijaya Air dan MS Hidayat selaku Ketua Umum Kadin Indonesia. MOU ini disaksikan oleh seluruh jajaran ketua Kadin se-Indonesia. Sedangkan perjanjian dengan Hipmi dilakukan pada rangkaian pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Hipmi XIII tanggal 20 Juli 2008 di Hotel Grand Hyatt Nusa Dua Bali.

MOU ini ditandatangani oleh Chandra Lie dan Ketua Umum BPP Hipmi, Sandiaga S. Uno. Turut serta menyaksikan penandatanganan ini adalah Ketua DPR-RI Agung Laksono. Inti dari kedua MOU tersebut adalah pemberian diskon sebesar 7 persen untuk setiap anggota Kadin dan Hipmi dari basic fare yang berlaku untuk seluruh rute penerbangan yang dilalui oleh Sriwijaya Air.

Nantinya, setiap anggota Kadin dan Hipmi akan mendapat kartu khusus sebagai tanda terdaftar dalam program ini. Selain itu, mereka yang terdaftar juga mendapat prioritas dan berbagai kemudahan untuk mendapatkan pelayanan dari maskapai Sriwijaya Air. Dengan adanya penandatanganan ini semoga kebutuhan akan layanan penerbangan yang aman, nyaman, dan ekonomis bagi para pengusaha di Indonesia dapat terwujud bersama maskapai Sriwijaya Air.

Edisi Agustus 2008

Penghargaan atas layanan paling berbeda

Pada hari Jumat, 14 November 2008 atau 4 hari setelah ulang tahun yang ke-5, Sriwijaya Air mendapatkan penghargaan Indonesia Most Branded Service Award (IndoBSA) yang diselenggarakan oleh MarkPlus&Co. Penghargaan ini diberikan atas dasar survey yang dilakukan kepada para penumpang jasa penerbangan udara. Selain Sriwijaya Air, terdapat 24 perusahaan dengan bidangnya masing-masing yang mendapatkan penghargaan serupa. Pemenang kategori IndoBSA adalah perusahaan-perusahaan yang dipersepsi masyarakat sebagai pemberi layanan yang paling berbeda dalam industrinya

Menurut Vice President MarkPlus&Co, Jacky Mussry, pemberian penghargaan ini didasarkan kepada hasil jajak pendapat terhadap 350 responden di wilayah Jabodetabek pada bulan September-Oktober 2008 oleh MarkPlus Insight, perusahaan riset Markplus&Co.  “Untuk responden karakteristiknya tersebar tapi sekitar 50 responden dari kalangan manajer dan direksi,” katanya. IndoBSA ini terdiri atas 2 kategori yakni, kategori Service Excellence Champion dan kategori Branded Service Champion.
Penyerahan piala dilakukan pada hari kamis, 20 November 2008, pukul 11.30 waktu setempat di hotel Le Grandeur Jakarta. Menurut Chandra Lie selaku presiden direktur Sriwijaya Air, penghargaan ini merupakan kado terindah di hari jadi Sriwijaya Air yang ke-5 sembari mengucapkan terimakasih atas apresiasi masyarakat terhadap Sriwijaya Air selama ini, “Namun penghargaan ini juga menjadi sebuah tantangan untuk Sriwijaya Air ke depan untuk mempertahankan bahkan meningkatkan pelayanan kepada pelanggannya sehingga Sriwijaya Air tetap menjadi yang terbaik, baik dalam keamanan, keselamatan, maupun kenyamanan”, ujarnya bahagia.

Edisi Desember 2008

Minggu itu, 12 Juli 2009, tampak berbeda dengan minggu-minggu lainnya. Matahari tampak begitu cerah, deretan mobil antik dan motor gede berjajar rapi, tak lupa motor-motor dan mobil-mobil yang terparkir rapi sejak pagi hari. Hari itu memang menjadi hari istimewa karena POM (Polisi Militer) merayakan hari ulang tahunnya yang ke-63 dengan mengadakan acara Fun Reli. Sriwijaya Air turut serta berpartisipasi pada event ini. Acara ini mengambil garis start dan finish di markas POM, gedung Gatot Subroto, jl.Medan Merdeka Timur no.17.

Kenapa Fun Reli? Pertanyaan itu kemudian muncul ketika POM menggagas acara ini. POM menyadari bahwa tingkat kecelakaan lalu lintas di jalan raya karena ketidakdisiplinan pengendara masihlah tinggi. Menurut data, kecelakaan lalu lintas merupakan pembunuh terbesar ke-3 di Indonesia. Dengan acara ini, setidaknya POM turut andil menyosialisasikan prinsip tertib lalu lintas berkendara di jalan raya namun dilakukan dengan cara yang tepat dan menyenangkan. Begitulah petikan sambutan Kapuspom TNI Mayjen Subagja Jiwapraja sebelum melepas rombongan peserta yang mencapai tak kurang dari 1400 orang baik peserta militer maupun sipil.

Sriwijaya Air yang juga peduli dengan prinsip keamanan turut andil mendukung kegiatan ini. Selain menjadi sponsor, kantor Sriwijaya Air cabang Tebet juga menjadi salah satu check-point yang harus dilalui oleh para peserta. Para peserta yang datang kemudian mendapatkan stiker berlabel Sriwijaya yang kemudian ditempelkan pada form yang diberikan oleh panitia lomba. Banyak dari mereka yang beristirahat sejenak di kantor Tebet ini. Hadiah utama acara Fun Reli ini adalah satu buah sepeda motor trail Kawasaki LX150.

Edisi Agustus 2009

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.